Suatu keberuntungan dan kegembiran yang tiada dapat ku lukiskan dengan kata-kata meskipun hingga berjuta-juta kalimat ku tuliskan diatas lembaran putih ini. Karena aku bisa mengenal sosok pria yang sejak 9 tahun menemani, membantu, menghiburku, dan segalanya.
Kasih sayangnya yang begitu tulus sangat terasa. Hingga orang-orang disekitarku pun mampu merasakan kasih sayangnya yang ia berikan kepadaku.
23 April 2006
Tanggal yang sangat bersejarah bagiku dan dia...
Saat pertama kali ia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Padahal, saat itu telah ada seorang pria yang terlebih dahulu mengungkapkan perasaannya kepadaku. Namun, perasaan memang tidaak akan bisa dibohongi. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap pada pilihanku. Memilihnya. RINALDI. Meskipun ia masih orang asing bagiku, karena sebelumnya kami tidaklah saling mengenal. Lain suku, bahasa, adat, dan juga lainnya. Pertemuannya sangatlah sederhana. Saat kami sedang melaksanakan kegiatan sekolah. Dari rasa penasaran yang awalnya dariku. Hingga rasa penasaran itu hilang dengan sendirinya tanpa adanya jawaban. Namun, setelah rasa itu hilang, kembali muncul rasa penasaran itu. Namun saat itu dari orang yang berbeda. Dia yang berbalik penasaran kepadaku. Sungguh kejadian yang sangat mengherankan bagiiku.
Namun setelah kami bersatu, perjalanan ini tidaklah lurus dan mulus seperti jalan-jalan di perkotaan. Namun, kami hanyalah orang pedesaan. sehingga perjalanan kami ternyata sama dengan perjalanan di pedesaan kami. Jika saat musim panas, jalanan lumayan bagus, namun tetap ada debu. Namun, apabila musim hujan turun, kisah kami juga licin dan terjal. terkadang aliran sungai air mata juga menghiasinya.
Itulah yang dinamakan perjalanan dan kisah.
Hambatan pun datang silih berganti. Bagaikan angin dan hujan yang bergilir menghiasi bumi ini.
Namun kami tetap berusaha bertahan. Hingga pada masa badai menghantam pohon cinta kami. pohon itu hampir saja tumbang, gugur, dan layu. Namun hujan masih setia memberikannya air dan harapan kehidupan bagi sang pohon. Hingga pohon itu mampu bertahan hingga saat ini.
09 Mai 2013
Saat paling bahagia dalam kehidupanku.
akhirnya aku bersanding dengannya. Dengan seorang pria yang sejak 7 tahun lalu ku impikan. Mimpi-mimpi duduk berdua dipelaminan. Bersanding dengannya dihadapan seluruh masyarakat, rekan, keluarga, dan semua kalangan. dengan disaksikan penghulu dan tentunya kedua orang tua kami, akhirnya kami menikah.
9 Bulan mengandung
Sungguh suatu perjalanan yang indah. saat mengetahui adanya janin dalam rahim ini. Anak dari pria yang sangat aku cintai. Setelah perjalanan panjang ku lalui untuk menjaganya dalam rahimku, akhirnya ia terlahir ke dunia. RAKHA IZZATUL ELDI. Putra pertama kami.
Kebahagiaan itu sungguh tiada terkalahkan.
Namun jika takdir yang berbicara, manusia sungguh tiada daya untuk menghalangi kuasa-Nya. Rakha kembali pada-Nya. Hanya 3 bulan kami diberikan waktu untuk bahagia bersamanya. Kini Rakha telah bersamaNya. Hanya kami berdua disini.
Sungguh pelajaran yang tiada dapat dinilai dari apapun. Pelajaran yang benar-benar nyata dan membuatku sadar.
APAPUN, DIMANAPU, SELAGI MASIH DIDUNIA, SEMUANYA MILIK ALLAH SWT. SANGATLAH MUDAH BAGINYA UNTUK MENGENDALIKAN DAN MELAKUAKN APAPUN YANG IA MAU. KARENA IA PEMILIK HATI MANUSIA, BUMI BESERTA ISINYA DAN SEGALA APA YANG DIKETAHUI MAUPUN TIADA DIKETAHUI MANUSIA.
Harus siap dengan segala yang TERJADI dan yang AKAN TERJADI!!!
Salam rindu dari Ayah dan Bunda buat mu Anak kami tersayang...
Rakha Izzatul Eldi...
Doakan usaha Ayah dan Bunda sayang...
Semoga kita dapat berkumpul kembali di Surga-Nya nanti...
Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar