Udah lama gak nulis. Rindu juga...
Masih bingung sih mau nulis apa. Tapi.. Keingat dengan cerita2 seharian ini..
Yah.. Berkeluarga..
Ternyata berkeluarga itu gak semudah yang dibayangkan. Banyak banget lika-likunya. Salah bicara sedikit aja, jadi bahan omongan. Yah, segala macam tindakan lebih jadi sorotan.
Dari obrolan tadi... Kenapa ya, kalau laki2 ingin memuliakan Istrinya dianggap tabu banget. (*eh, tabu ya? Maksudnya aneh). Dianggap seperti babulah, pembantu, atau apalah. Mungkin dia ingin memanjakan, menyebangakan, dan memberi waktu istirahat buat Istrinya. Apalagi kalau alasannya berpedoman pada hadits. Tapi kenapa ya tetap aja salah dimata2 mereka? Kalau menurut aq itu sah2 aja. Malahan bagus. Karena, mereka (*laki2) akan tau dan merasakan bagaimana lelahnya perempuan (*ibu rumah tangga). Bagaimana capeknya bekerja dari bangun tidur sampe tidur lagi. Bahkan terkadang waktu tidurnya pun terganggu. Apalagi yang punya anak kecil. Mereka bahkan tidak bisa istirahat seperti yang laki2 rasakan. Terkadang, tanpa merasa iba dan bersalah, laki2 masih sanggup memarahi dan membentak si istri karena anaknya masih tetap rewel dan menangis. Belum lagi harus bangun pagi2 dan memasak untuk sarapan, menyiapkan perlengkapan sekolah anak, mengantarnya sekolah, menguris si kecil yang rewel, membersihlan rumah, dapur, de el el deh.. Ibu2 dituntut untuk bisa mengerjakan semuanya sendiri. Mandiri. Bisa melakukan semuanya dengan perfek. Jika tidak? Yah, amarah, bentakan, caci, maki akan tetap diterima olehnya. Tapi kebanyakan apa yang mereka lakukan? Tetap tersenyum didepan suaminya. Menahan perasaan sepanjang waktu, demi membahagiakan suaminya. Yah, memang hati manusia tidak ada yang tau apa maksud dan tujuannya.
Yang membuat aq heran, kenapa ya kalau ada yang berniat berbuat baik sering di cemooh?
Kenapa ya laki2 yang ingin mencoba mengerjakan pelerjaan perempuan, adaaaa aja yg anggap di jadiin babulah, pembantulah, de el el pokoknya. Sementara kalau perempuan (*ibu2) kok gak ada ya yg belain dan bicara gitu? Yang ada tetap aja di omelin, dibentak, dicaci maki. Apa ada yang perduli? Terkadang hal itu dianggap biasa.. Gak tau apa susah dan capeknya jadi ibu2??
Mungkin itulah sebab dan alasannya mengapa Allah SWT lebih memuliakan seorang ibu daripada ayah. Karena tidak mudah berada di posisi yang berpangkat "IBU".
Maafkan anakmu ini Ibu...
Jika dulu aq sering membentakmu, menyinggung perasaanmu, bahkan hingga membuatmu mengalirkan air mata sucimu itu..
Kini aq sadar, betapa beratnya berada di posisimu..
Doa kan anakmu, agar bisa kuat, sabar, tabah, dan ikhlas sepertimu IBU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar