Minggu, 30 Oktober 2016
Aku sungguh tak sanggup lagi dengan semua ini.
Apa aku terlahir hanya untuk dimarah dan dibentak? apa aku memang tak pantas disayang?
Sungguh, aku tak sanggup.
tapi aku juga lebih tak sanggup kalau harus bercerai dengannya. aku taksanggup kehilangan dia.
laki-laki yang aku kenal sejak 16 April 2006. Sosok laki-laki yang lembut, penyayang, dan mengerti aku. dia yang dulu selalu menenangkan aku, yang menghapus air mataku, yang menghiburku. sekarang dia bagaikan monster dalam hidupku. aku tidak lagi mengenal dirinya. dia yang pemarah, kasar, gak pernah bicara lembut lagi. bentak, bentak dan marah. yah, begitulah setiap hari. bahkan setiap saat.
suamiku, aku hanya butuh waktu denganmu/. bukan dengan orang lain. aku masih butuh pundakmu, bukan hartamu. aku butuh pelukanmu, bukan uangmu. aku butuh kasih sayangmu, bukan rumahmu. aku butuh kata-kata lembutmu, bukan amarahmu.
Suamiku,, aku bener-bener rindu kamu... RINALDIKU...
Rabu, 24 Agustus 2016
Istri
Jadi seorang istri itu tidak mudah. Semua penuh perjuangan. Tenaga, pikiran, hati, perasaan. Semua diperjuangkan. Semua dikorbankan demi suami dan anak-anaknya.
Diawal pernikahan semua memang terasa indah. Namun setelah itu? Mulai muncul pelangi-pelangi rumah tangga. Warna-warni kehidupan bermunculan. Embun-embun sejuk mulai silih berganti dengan teriknya matahari. Yah, semua dikorbankan demi kehidupannya. Namun, terkadang pengorbanan itu tak dipandang. Hanya pada hatinya ia mengadu. Susah senang tiada yang perduli. Yang mereka tau hanya perintah, menyalahkan, dan mencaci. Kemana hati nurani kalian???
Dari bangun tidur sampai tidur lagi, pekerjaan seorang istri belum juga selesai. Apalagi mereka yang memiliki bayi atau balita. Ditengah tidurnya karena lelah, masih harus terjaga ditengah malam demi memberikan susu kepada anaknya. Jika suami sakit, ia juga yang merawatnya. Namun, saat istri sakit??? Siapa yang merawatnya??? Siapa yang mengerjakan semua pekerjaannya??? TIDAK ADA!!! 😢😢😭
#NasibIstriYangMalang
Selasa, 23 Agustus 2016
Only note for myself
Jika ingin segera memiliki anak:
👩Persiapkan dirì 🙆
👩Persialkan mental🙅
👩Persiapkan emosi🙇
👩Menjaga kondisi tubuh tetap sehat💪
👩Coitus di saat subur💏
👩Kurangi makanan berMSG🍝🍟
👩Kurangi berkendara🚳
👪Menjadi seorang istri 💏& ibu 👩itu tidak mudah. Capek, lelah, sabar, semua harus bisa dilakukan. Rela bangun pagi🌄 sebelum semuanya bangun, masak, nyapu, ngepel, nyuci piring, ngurus anak-anak, ngurus ayahnya, semua harus bisa dilakukan sendiri. Menyampingkan ego, selalu extra sabar, begitulah seharusnya sikap seorang ibu. Dia istri, dia ibu, dia guru, perawat, manager, pembantu, semua harus bisa dia lakukan.
Yah, sekarang aku ada diposisi sebagai IBU👩. Aku tau💡😉 mengapa surga ada ditelapak kaki ibu. Ibu memang sosok luar biasa!!! Maafkan anakmu bu 😢... Belum bisa membalas semua pengorbananmu 😢😭😙👩
Sabtu, 26 Maret 2016
Salahkah???
Salahkah aku???
Salahkah???
Statusku sebagai istri. Memang bukanlah istri yg serba bisa segala hal. Bahkan sebaliknya. Gak ada 1 hal pun yg aku bisa. Namun, salahkah aku kalau aku minta dihargai oleh suamiku???
Aku capek dengar suara keras, bentakan, amarah, dan juga keluhan. Aku sedang berusaha. Salahkah jika aku minta dihargai atas segala usahaku???
Kemana laki2 yang aku kenal dulu??? Yang selalu menghargai & menghormati perempuan??? Kemana??? Apa dia udah mati??? Jadi siapa yang hidup denganku sekarang???
Untukmu laki2 ku, aku sangat merindukanmu. Merindukan kasih sayang & kelembutanmu...
Minggu, 14 Februari 2016
Isi hati
Sungguh, q tak ingin berkata lantang & keras di telingamu dan anak kita. Aku ingin selalu bicara lembut. Namun kondisilah yang memaksaku. Kau selalu kasar kalau bicara denganku. Sungguh, itu menyakitkan hatiku. Belum lagi kau selalu membentakku. Semua ingin ku simpan saja. Tapi terkadang aku juga gak bisa mengontrol emosiku. Kau selalu marah tanpa sebab, tanpa aku tau apa salahku, dan tanpa mendengar penjelasanku. Aku sayang, sayang banget. Q cuma minta untuk d hargai, d sayamg, dan dilembuti. Itu aja. Q gak minta harta benda atau apapun. Bisa hidup tenang, aman dan damai berkumpul dengan kalian semua dah senang & bahagia rasanya.
Sayang, dengarkanlah jeritan batinku... aku ingin kita dalam ketenangan...
Jumat, 05 Februari 2016
Sendiri
Sering aku merasakan kesendirian ini. Dulu, saat aku SD aku berfikir, mungkin nanti setelah aku SMP semua akan berubah.
Namun apa yang terjadi??? Jawabannya adalah SAMA!!!
Jadi saat itu aku berfikir. Mungkin nanti, saat aku SMA semua akan berubah lebih baik lagi.
Dan... jawabannya maaih tetal SAMA!!!
Hingga aku memutuskan untuk kuliah. Ternyata masih juga SAMA!!! Padahal semuanya aku perjuangkan sendiri. Semua impian2ku, ku kejar sendiri. Ku kerjakan sendiri. Meskipun harus meraba dan merangkak. Hingga saat akan dimulai, kekuasaan itu kembali datang. Dan aku harus jatuh sejatuh-jatuhnya. Lemas, kecewa, segala perasaan itu campur aduk dalam hati dan otakku. Perasaan putus asa yg sangat mendalam karena kekuasaan itu hampir merenggut nyawaku. Namun Allah berkehendak lain. Aku masuk ke dunia yang benaŕ2 bukan aku. Mèmang, disana aku 'bisa'. Tapi itu bukan aku. Itu hanya pelampiasanku karena kekecewaanku. Dan akhirnya aku mengambil keputusan dalam hidup. Mungkin itu memang keputusan yang salah. Tapi aku sudah terlalu lelah dalam kepura-puraanku. Saat itu aku kembali berpikir "mungkin semua akan berubah".
Aku lelah dengan kata-kata itu. MUNGKIN SEMUA AKAN TETAP SEPERTI ITU. TIDAK AKAN BERUBAH. KECUALI AKU MATI.
AKU SUDAH TERLALU LEMAH WAHAI HARAPAN...
...
Ternyata berumah tangga itu tidaklah mudah. Hanya bayangan pernikahan sesaat sebelum menikahlah yang indah. Namun saat menjalani semuanya sungguh berat. Lelaki yang telah menjadi pilihan dahulu, kini berubah menjadi orang asing bagiku. Sungguh asing. Namun aku akan tetap berusaha menahan hatiku ini agar tetap bisa menganggapnya sebagai 'dia' yang dulu. Demi anakku.
Air mata yang dulu aku kira akan kring dihapusnya, ternyata salah. Sekarang dialah penyebab banjirnya air mataku. Sungguh, sungguh, sungguh ahh tak tau bagaimana mengatakannya lagi.
Suamiku, dengarkanlah kata hatiku. Jadilah orang yang aku kenal dulu.
Aku sungguh menyayangimu. Apa kau tak lagi menyayangiku???
Terkadang aku merasa hanya menjadi pelampiasanmu. Segala pelampiasan. Aku mohon, ubahlah prasangkaku ini. Aku ingin kita aeperti dulu lagi...