Aku ingin kau sadar, aku ini istrimu. Selama ini aku hanya mengungkapkan keindahanmu. Aku berusaha selalu menutupi dan menghapus segala keburukanmu di hadapan umum dan orang lain. Tapi saat ini aku sungguh tak lagi sanggup menahannya. Aku lelah dengan semua perlakuanmu. Yang selalu menomor 1 kan orang lain. Ada saatnya hal itu memang harus dilakukan. Namun ada saatnya juga hal itu gak harus kau lakukan. Apalagi sampai kau perlakukan aku demikian setiap kali.
Aku istrimu. Aku ingin dibela, aku ingin dimanja, aku ingin dimengerti. Berulang kali aku berusaha mengatakannya, berulang kali aku memintanya, berulang kali memohon agar kau tau dan mengerti tentang posisi diri ini dan perasaan ini. Tapi selalu hal yang sama yang kau lakukan terhadapku.
Sungguh, aku tak ingin menjadi istri yang durhaka, marah-marah, atau bermuka masam dihadapan suamiku. Namun aku tak mampu menyembunyikan perasaan ini. Hanya diam dan diam yang mampu aku lakukan, dan air mata ini yang mampu mencurahkan segala kekesalan, kekecewaan, dan sakit hatiku demi memendam emosi dan amarahku kepadamu, Suamiku.
Maaf jika aku tak mampu menjadi istri yang baik bagimu sehingga kau bersikap demikian terhadapku.
Namun hingga sampai kapan aku harus merasakan semua ini???
Sampai kapan air mata ini yang selalu menemani hari-hariku???
Kapan suamiku datang menemani hari-hariku dan menciptakan senyuman di bibirku, bukan air mata???