Rabu, 01 April 2015

Melalui tulisan ini, ya tulisan... dari dulu hingga sekarang hanya tulisan yang selalu setia menemaniku. Dari tulisan, semua aku curahkan. mulai dari kesedihan, kecewa, senang, segala sessuatu aku tuangkan dalam tulisan.

Kalau mengingat tangisan itu, tangisan seorang ibu yang begitu tulus menyayangi meskipun aku bukanlah anak kandungnya, bukanlah keluarganya, saudara, keponakan, sepupu, cucu, atau apapun itu. Tapi aku sangat bisa merasakan kasih sayang dan ketulusan yang sangat dalam darinya. sungguh baru kali itu ada orang lain yang dengan tulus menyayangiku. aku merindukan pelukan itu bu... aku merindukannya... sangat merindukannya... apalagi disaat-saat seperti ini...

Bu,, andai saja ada sosok dirimu disini, mungkin aku takkan serapuh ini. aku tak akan sesedih ini. Andai aja ******ku seperti ibu...

Bu, aku sungguh ingin mencurahkan seluruh isi hatiku padamu. namun apakah mungkin???

Bu, sekarang dia begitu cuek, acuh, dan susah sekali ditebak. sungguh seperti bukan orang yang dulu ku kenal. yang sangat baik, lembut bertutur kata, selalu mengajarkan yang bagus, perduli, kasih sayang na sungguh-sungguh membuatku bangga. namun saat ini??? dia selalu mementingkan dirinya dan orang lain. bagaimanapun keadaanku, tiada diperdulikannya. mau aku sakit, sehat, kemana, g ada perhatiannya sedikitpun bu.,,

Bu,, aku ingin mencurahkan semuanya... apa aku tiada daya....
hanya air mata ini yang mampu mengurangi bebanku saat ini... air mata ini yang selalu setia menemaniku bu... aku g mungkin menceritakan ini semua pada kedua orang tuaku bu... aku tidak ingin membebani pikiran mereka... apalagi mama... terlalu banyak masalah yang ia pikul seorang diri... apalagi semenjak bapak sakit-sakitan... aku g ingin menambah beban pikirannya...

salam pelukku untukmu ibu yang kutemukan saat itu...
Semoga engkau membalas pelukanku ini...

anakmu...
Elmida...